Kabar BUMN - KAI Services mengajak seluruh penumpang kereta api untuk turut menjaga kebersihan lingkungan selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 melalui Kampanye Liburan Minim Sampah.
Dalam kampanye ini, unit Cleaning KAI Services mengimbau penumpang untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sesuai kategori, serta membawa tas belanja berbahan kain atau anyaman guna mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja.
Kampanye yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini juga menghadirkan petugas Kampanye Liburan Tanpa Sampah yang disiagakan di stasiun.
Baca Juga: Pegadaian Hadirkan Pinjaman Modal Kerja Emas, Simak Syarat dan Ketentuan Pengajuannya
Para petugas tersebut bertugas mengingatkan penumpang agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama melakukan perjalanan liburan menggunakan kereta api.
Melalui Kampanye Yuk Liburan Minim Sampah, KAI Services turut mengajak penumpang membawa thumbler pribadi sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Selain itu, penumpang juga diimbau untuk mengambil makanan secukupnya dan menghabiskan makanan tanpa menyisakan sampah.
Baca Juga: Meriahkan Perjalanan di Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI Hadirkan Livery Tematik
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menjelaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk kepedulian KAI Services terhadap lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mengajak penumpang berperan aktif menjaga kebersihan selama menikmati perjalanan di masa Nataru 2025.
“KAI Services juga mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dalam kampanye Yuk Liburan Minim Sampah dengan mengurangi sampah di stasiun dan kereta.
"Kami mengajak penumpang kereta api untuk berpartisipasi dalam pengurangan sampah dan mengantisipasi lonjakan jumlah timbunan sampah,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada Kamis (18/12).
Baca Juga: Cake Natal Klasik dan Tradisional dari Seluruh Dunia, Salah Satunya Paling Laris di Indonesia
Melalui kampanye ini, KAI Services berharap kesadaran penumpang terhadap pentingnya pengelolaan sampah dapat terus meningkat, sehingga suasana perjalanan kereta api selama Nataru tetap nyaman, bersih, dan ramah lingkungan.***