Kabar BUMN - Museum Lawang Sewu terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata sejarah unggulan, khususnya pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sepanjang tahun 2025, ikon Kota Semarang ini dikunjungi lebih dari 568 ribu wisatawan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata edukasi dan heritage.
Dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Wisata, Lawang Sewu dikembangkan sebagai ruang wisata yang memadukan nilai sejarah dengan pengalaman modern.
Baca Juga: Melalui RiseAble, Telkom Buka Akses Pengembangan UMKM Disabilitas di Ekonomi Digital
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pengelolaan Museum Lawang Sewu diarahkan pada keseimbangan antara pelestarian bangunan Cagar Budaya Nasional dan penguatan fungsi edukasi publik.
Bangunan bersejarah peninggalan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) ini tidak hanya menghadirkan cerita awal perkeretaapian Indonesia, tetapi juga menawarkan pengalaman kunjungan yang lebih interaktif melalui fasilitas seperti Immersive Cinema dan penataan pencahayaan malam.
Memanfaatkan momentum libur akhir tahun, KAI Wisata menggelar festival akhir tahun di kawasan Museum Lawang Sewu pada 30 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Baca Juga: PEPC JTB Diapresiasi Pemkab Bojonegoro atas Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Warga
Kegiatan ini menghadirkan perpaduan budaya, kuliner, produk kreatif, serta hiburan musik dari musisi nasional dan internasional, sehingga memperkaya pilihan aktivitas wisata di Semarang.
Tingginya kunjungan wisata turut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Nataru.
KAI mencatat penjualan tiket kereta api terus meningkat, dengan Semarang menjadi salah satu kota tujuan favorit.
Baca Juga: PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan
Stasiun Semarang Tawang bahkan masuk dalam daftar stasiun tujuan terpadat hingga akhir Desember 2025.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, KAI juga menghadirkan program diskon tarif 30 persen bagi kereta ekonomi komersial yang berlaku hingga awal Januari 2026.