Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) melanjutkan pembangunan Jembatan Overpass STA 203+279 di Tol Lingkar Pekanbaru.
Sehubungan dengan proyek tersebut, dilakukan pengalihan jalur sementara di ruas SP Palas – Bts Kota Pekanbaru KM 17+500.
Pengalihan ini berlangsung dalam dua tahap.
Baca Juga: Masih Bisa Hemat! Promo Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 20 Persen
Uji coba pengalihan pada 6–7 Januari 2026, dan berlanjut pengalihan jalur dari jalan eksisting ke detour dari 8 Januari hingga 18 September 2026.
Executive Vice President Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pengaturan ini bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran konstruksi.
“Agar lalu lintas tetap aman dan terkendali selama proses pekerjaan berlangsung, kami berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Riau Kementerian Perhubungan, Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polres Kampar, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Dinas Perhubungan Provinsi Riau,” ujar Mardiansyah.
Baca Juga: PT TIMAH Perkuat Pendidikan Daerah Tambang Demi Generasi Unggul 2045
Jalur detour berada di sisi jalan eksisting dan akan dilengkapi rambu, marka, penerangan, serta petugas pengatur lalu lintas.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Kami mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tambah Mardiansyah.
Tol Lingkar Pekanbaru sepanjang ±30,5 km termasuk bagian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), menghubungkan ruas Pekanbaru–Rengat serta tersambung ke Tol Pekanbaru–Bangkinang dan Tol Pekanbaru–Dumai.
Baca Juga: Ingin Belajar Manajemen Risiko di BUMN? Cek Program Magang PT Berdikari Ini
Setelah beroperasi penuh, tol ini diperkirakan memangkas waktu tempuh dari Panam ke Kubang Raya atau Bangkinang dari ±60 menit menjadi 20–25 menit, sekaligus mendukung efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat.***