Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mencatatkan kinerja positif dengan membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp17,43 triliun sepanjang tahun 2025.
Capaian ini menunjukkan konsistensi kinerja Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional sekaligus menegaskan peran WIKA sebagai agen pembangunan yang mendukung agenda strategis pemerintah.
Perolehan tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Baca Juga: Wisata Kereta Loco Tour Cepu, Jalur Rel 1915 yang Jadi Destinasi
Berdasarkan segmentasi industri, kontrak baru WIKA didominasi oleh segmen Infrastruktur dan Building.
Kontribusi terbesar berasal dari proyek jalan dan jembatan, pengelolaan sumber daya air, hingga pembangunan gedung pemerintahan serta berbagai fasilitas publik.
Selain itu, segmen Energy & Industrial Plant (EPCC), Industri Penunjang Konstruksi, Properti & Realty, serta Investasi turut memperkuat portofolio Perseroan dengan komposisi proyek yang terdiversifikasi dan seimbang.
Baca Juga: Nonton BRI Super League Makin Praktis, Beli Tiketnya Langsung Lewat BRImo
Sepanjang 2025, WIKA dipercaya mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur strategis nasional yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.
Proyek tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Proyek Akses Tol Patimban Paket 2 guna meningkatkan konektivitas logistik nasional, serta Proyek Pengendalian Banjir Merauke dan jaringan Irigasi Sumatera Utara untuk mendukung ketahanan air.
Tak hanya itu, WIKA juga berperan dalam mendukung sektor sosial melalui Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.
Baca Juga: Setiap Rabu Lebih Hemat, Pertamax Green 95 Diskon Hingga Maret 2026
Di sektor kesehatan, Perseroan mengerjakan Proyek Pembangunan Fasilitas Kesehatan RS Sardjito Yogyakarta guna memperkuat infrastruktur layanan kesehatan.
Sementara di sektor energi, WIKA menjalankan Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Segmen SKG Belawan – Stasiun Labuhan Batu untuk mendorong hilirisasi industri nasional.