trending

Eksplorasi Tiga Komoditas, ANTAM Catatkan Pengeluaran Rp245,76 Miliar pada 2025

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:30 WIB
Aktivitas eksplorasi Antam sepanjang 2025 berfokus pada tiga komoditas utama, yakni emas, nikel, dan bauksit. (DOK. ANTAM)

Kabar BUMN - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melaporkan penggunaan dana sebesar Rp245,76 miliar hingga akhir Desember 2025 untuk eksplorasi.

Total pengeluaran eksplorasi mencakup berbagai aktivitas survei dan pengeboran di sejumlah wilayah operasi.

“Kegiatan eksplorasi dilaksanakan untuk memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis perusahaan,” ucap Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto.

Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kapasitas Kilang Naik Jadi 360 Ribu Barel

Berdasarkan laporan resmi Antam, aktivitas eksplorasi sepanjang 2025 berfokus pada tiga komoditas utama, yakni emas, nikel, dan bauksit.

Untuk komoditas emas, eksplorasi dilakukan di tambang Pongkor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran bawah tanah, pengeboran permukaan, serta pemetaan geologi dan pengambilan sampel.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya mengatakan, Antam terus melakukan evaluasi eksplorasi guna memastikan potensi perpanjangan umur tambang Pongkor setelah 2030.

Baca Juga: Elnusa Tunjukkan Kemampuan Teknologi Pengeboran Lewat Penerapan CWD Terdalam di Indonesia

Di saat yang sama, strategi ekspansi organik dan anorganik mulai difokuskan ke luar wilayah operasional.

“Antam tetap mengedepankan pengembangan bisnis dari sisi organik dan anorganik. Dari sisi organik, kami lagi tingkatkan eksplorasi di Pongkor untuk memastikan bahwa setelah 2030, Pongkor bisa diperpanjang,” ucap Dewa.

Selain penguatan cadangan di dalam negeri, Dewa mengungkapkan bahwa secara anorganik, ANTM sudah melirik beberapa lokasi untuk mengikuti lelang internasional, seperti di kawasan Timur Tengah maupun di daerah Kazakhstan.

Baca Juga: KAI Operasikan Rangkaian Stainless Steel New Generation di KA Gajayana dan Parahyangan

Sementara untuk nikel, eksplorasi tersebar di beberapa titik strategis di Indonesia Timur, yakni Konawe Utara dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara, serta Buli di Maluku Utara melalui anak usahanya, PT Sumberdaya Arindo (PT SDA).

Aktivitas di sektor nikel meliputi pengeboran single tube, survei geofisika resistivity, pengukuran grid dan percontoan hingga analisis laboratorium.

Halaman:

Tags

Terkini