Kabar BUMN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara resmi menyerahkan 90 kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh.
Bantuan ini merupakan hasil sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia untuk menyediakan hunian sementara yang layak bagi masyarakat terdampak.
Sebanyak 90 unit Huntara yang dibangun BSI mencakup sekitar 15 persen dari total 600 unit hunian yang didirikan di Aceh Tamiang.
Baca Juga: Eksplorasi Tiga Komoditas, ANTAM Catatkan Pengeluaran Rp245,76 Miliar pada 2025
Serah terima kunci dilakukan langsung di lokasi dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.
Rumah Hunian Danantara dirancang memenuhi standar hunian darurat yang aman dan nyaman.
Setiap unit dilengkapi akses air bersih, sanitasi memadai, listrik, serta dukungan fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, ruang bermain anak, dan akses internet gratis guna membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kapasitas Kilang Naik Jadi 360 Ribu Barel
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat.
"Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Dengan penyerahan kunci ini, pengelolaan dan penetapan penerima manfaat sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk proses distribusi dan penempatan warga ke hunian yang telah disiapkan.
Baca Juga: Perairan Sulawesi Masih Bergelora, ASDP Tingkatkan Pengamanan Kapal
Kontribusi BSI dalam pembangunan Huntara melengkapi rangkaian bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan sejak awal bencana.
Bantuan tersebut antara lain distribusi lebih dari 200 ton logistik, pengiriman relawan, pendirian posko kesehatan dan dapur umum, hingga pemulihan layanan perbankan serta bantuan penukaran uang tidak layak edar bagi masyarakat terdampak.***