Selain fasilitas unit hunian, kawasan ini juga menyediakan fasilitas publik, termasuk toilet dan shower bersama, dapur umum, area cuci dan jemur, mushola, serta area komunal multifungsi bagi interaksi warga.
WIKA berperan sebagai induk usaha untuk memastikan proyek berjalan optimal, sementara WEGE bertindak sebagai pelaksana konstruksi sekaligus penyedia teknologi hunian modular yang adaptif untuk kondisi darurat.
Baca Juga: Mau Wisata Edukatif Setelah Kerja? Besok, Museum Nasional Indonesia Bisa Masuk Gratis
Proyek ini juga melibatkan ratusan tenaga kerja, termasuk tenaga lokal, dengan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara konsisten.
Dengan dukungan fasilitas dan pendekatan modular, Huntara Modular Aceh Tamiang diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
Kolaborasi Kementerian PU, WIKA, dan WEGE menjadi bukti komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur hunian yang cepat, aman, nyaman, dan berkelanjutan. ***