Rinciannya terdiri dari 70 titik di Jawa, 35 di Sumatra, 28 di Sulawesi, 13 di Kalimantan, tujuh di Maluku, enam di Papua, serta tujuh di Bali dan Nusa Tenggara.
Baca Juga: Mau Wisata Edukatif Setelah Kerja? Besok, Museum Nasional Indonesia Bisa Masuk Gratis
Program ini melayani 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidik.
“Semua yang kami laporkan adalah bagian dari upaya untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden karena sekolah rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo,” tegas Gus Ipul.
Sebagai mitra strategis, BNI berperan dalam memperkuat operasional Sekolah Rakyat melalui penyediaan Agen46 Mini Bank, Bank Sampah, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa berbasis reader untuk mendukung sistem absensi elektronik.
Baca Juga: BSI Hadir untuk Penyintas Bencana, 90 Unit Rumah Hunian Danantara Diserahkan di Aceh Tamiang
BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, payroll guru, transaksi mitra seperti catering dan laundry, hingga dashboard monitoring keuangan sekolah.
Seluruh transaksi tersebut dirancang cashless melalui QRIS dan BNIdirect.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menegaskan bahwa dukungan ini bertujuan menghadirkan layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendorong tata kelola pendidikan yang akuntabel.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Tak Terduga Bisa Ganggu Liburan, Ini Tips Aman yang Perlu Kamu Siapkan
“Melalui dukungan ini, BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien,” ujar Eko.
Implementasi dukungan tersebut dapat dilihat di Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru yang telah dilengkapi berbagai sarana pembelajaran dan fasilitas penunjang, mulai dari gedung pendidikan, aula serbaguna, GOR, musala, amphitheater, hingga ruang makan, guna mendukung proses belajar yang berkelanjutan.
Melalui sinergi lintas kementerian dan BUMN, keterlibatan BNI dalam Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Kinerja Operasional Positif, Volume Penumpang Kereta Cepat Whoosh Terus Tumbuh Selama 2025
Ke depan, dukungan berkelanjutan dari sektor perbankan dinilai menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata dan inklusif bagi generasi penerus bangsa.***