Kabar BUMN - Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir terbukti mendorong minat masyarakat terhadap investasi logam mulia.
Tren ini turut diperkuat oleh kebijakan pemerintah yang berupaya memaksimalkan potensi emas nasional melalui skema bank emas atau bullion bank.
Dalam konteks tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi pelopor sebagai bank emas pertama di Indonesia dengan layanan yang terbilang lengkap.
Baca Juga: Tips Ampuh Mencegah Bau Badan, Tetap Segar dan Percaya Diri Seharian
BSI telah mengantongi tiga izin utama, yakni perdagangan emas, penjualan emas, serta penitipan emas.
Dengan kelengkapan izin tersebut, layanan bank emas BSI dinilai komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin berinvestasi emas secara aman dan mudah.
Keberadaan BSI sebagai bullion bank juga membuka akses investasi emas yang lebih luas dan inklusif.
Baca Juga: Dorong Daya Saing UMK, BPJPH dan SUCOFINDO Serahkan Sertifikat Halal untuk Kantin DPR RI
Sejak resmi diluncurkan pada 26 Februari 2025, harga emas bullion tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 56,22% secara year to date.
Investasi emas di BSI dapat dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas yang tersedia di superapps BYOND by BSI.
Melalui aplikasi ini, nasabah dapat bertransaksi secara realtime selama 24 jam dengan nilai investasi awal yang terjangkau, mulai dari kisaran Rp50 ribuan.
Baca Juga: Bulan K3 Nasional, PHE Perkuat Budaya Operational Excellence Melalui Berbagai Kegiatan
Melalui BYOND, nasabah memiliki fleksibilitas untuk membeli emas, menjual emas, mentransfer emas, hingga mencetak emas fisik dari kepemilikan digital.
Nilai investasi emas dapat dipantau secara langsung di aplikasi, sehingga memberikan transparansi dan kemudahan dalam pengelolaan aset.