Kabar BUMN - PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan Pelatihan Gernas Tastaka Tahap 2 bagi 80 guru sekolah dasar di Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Program pelatihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara PT TIMAH Tbk dan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer).
Baca Juga: Jawab Tingginya Kebutuhan Rawat Inap di Pantura, IHC RS Pelabuhan Cirebon Bangun Gedung Baru
Fokus utama kegiatan adalah penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi penting dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah operasional perusahaan.
Pelatihan Gernas Tastaka Tahap 2 berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 20–22 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di SDN 13 Manggar dan SDN 1 Gantong, Kabupaten Belitung Timur, dan mendapatkan sambutan antusias dari para peserta yang terlibat.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, MA, menyampaikan bahwa pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur merupakan inisiatif yang sangat baik dalam mendukung keberhasilan Gerakan Nasional Numerasi (GNN).
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi persiapan pelatihan pada pekan sebelumnya.
Ia mengungkapkan bahwa hasil asesmen internasional seperti PISA yang diikuti Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2023, serta asesmen nasional seperti TKA, masih menunjukkan tantangan besar dalam kemampuan numerasi peserta didik di Indonesia.
Kondisi ini menjadi dasar pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
Baca Juga: Coffee Shop Baru di Yogyakarta dengan Suasana Kekinian yang Buka di Akhir-akhir Tahun Lalu
Rachmadi juga menjelaskan bahwa Gernas Tastaka menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam konsep “Partisipasi Semesta”, mengingat keterbatasan pemerintah dalam menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Numerasi bukan hanya kemampuan menghitung, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan analitis. Untuk membangun hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” jelasnya.