Kabar BUMN - Danantara Indonesia bersama Forum Human Capital Indonesia (FHCI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Perkebunan Nusantara, PT Bank Mandiri, serta Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) menyalurkan sebanyak 600 paket perlengkapan rumah tangga bagi penghuni Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang.
Penyerahan bantuan dilakukan pada 20 Januari 2026 dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan membantu masyarakat bangkit pascabencana.
Paket bantuan yang diberikan mencakup lemari portable, pemasak nasi, tikar, serta kebutuhan pokok dalam bentuk paket sembako.
Baca Juga: Masih Berjalan! Ini Cara Kumpulkan Peluang Hadiah dari Rejeki wondr BNI
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Managing Director Holding Operasional Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua FHCI dan Ketua Ikatan Alumni FE USU, Agus Dwi Handaya, kepada perwakilan pemerintah daerah setempat, Camat Karang Baru Fachrurazi Syamsuyar.
Dalam kesempatan itu, Agus Dwi Handaya menyampaikan doa dan harapan agar para penghuni Huntara dapat merasa nyaman menempati hunian sementara tersebut.
Ia juga berharap bantuan logistik ini mampu meringankan beban warga sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga dengan lebih baik.
Baca Juga: 3 Tempat Sarapan Menu Tradisional di Bandung yang Sudah Puluhan Tahun Berdagang
Huntara sendiri merupakan program hunian sementara yang dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN untuk masyarakat terdampak bencana.
Di wilayah Aceh Tamiang, sebanyak 600 unit Huntara telah dibangun, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, dan kini sudah ditempati oleh para penyintas. Program ini juga tengah dilanjutkan ke wilayah lain di Sumatera yang mengalami kondisi serupa akibat bencana.
Lebih lanjut, Agus Dwi Handaya menjelaskan bahwa keterlibatan Danantara Indonesia, pemerintah, dan BUMN dalam penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan.
Baca Juga: Bus DAMRI Karimunjawa: Tarif, Jumlah Armada, hingga Frekuensi Perjalanannya!
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga pengoperasian posko kesehatan, dapur umum, serta pengiriman bantuan melalui berbagai jalur termasuk jalur udara.
Di saat bersamaan, pemulihan infrastruktur seperti listrik, telekomunikasi, dan akses layanan perbankan juga menjadi prioritas.