Kabar BUMN - PTPN I melalui anak usahanya, PT Energi Agro Nusantara (Enero), menghadirkan inovasi pupuk hayati cair (biofertilizer) berbasis ekonomi sirkular.
Pupuk cair ini mampu memulihkan kesehatan tanah yang kualitasnya terdegradasi akibat penggunaan input kimia jangka panjang.
Produk yang dikenal dengan nama dagang Pupuk Enero ini merupakan terobosan dalam pemanfaatan vinase—produk sampingan dari proses produksi bioetanol—yang dipadukan dengan mikroorganisme fungsional.
Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi strategis dalam pengelolaan residu industri secara nihil limbah (zero waste), tetapi juga menjadi jawaban bagi para petani yang mendambakan tanah yang kembali subur, sehat, dan produktif secara alami.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengungkapkan, kehadiran Pupuk Enero merupakan bagian dari visi besar korporasi untuk memberikan nilai tambah nyata di luar bisnis inti perkebunan.
“Kehadiran Pupuk Enero membuktikan bahwa sisa proses industri dapat diolah kembali menjadi nutrisi berharga yang mampu menghidupkan kembali ekosistem mikroba tanah,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2025).
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan, transformasi menuju penggunaan pupuk hayati adalah langkah modern untuk meningkatkan efisiensi biaya tanam sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Sejalan dengan regulasi Permentan No. 70 Tahun 2011, PTPN I memposisikan pupuk hayati ini sebagai instrumen kunci untuk memperbaiki kesehatan tanah jangka panjang dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk anorganik yang berlebihan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT Enero Puji Setiawan menjelaskan, spesifikasi Pupuk Enero terletak pada kandungan mikroorganisme fungsionalnya yang kompleks, mencakup bakteri, fungi, hingga actinomycetes.
Mikroba-mikroba ini berperan sebagai penggerak utama dalam ekosistem tanah yang mulai jenuh.
“Pupuk hayati kami sejatinya adalah ‘pupuk yang hidup’. Di dalamnya terdapat inokulan organisme aktif yang secara mandiri memfasilitasi ketersediaan hara bagi tanaman,” papar Puji.