Kabar BUMN - Keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur masih menjadi realitas di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur.
Beberapa desa hanya bisa dijangkau melalui jalur laut, dengan akses listrik dan layanan keuangan yang belum merata.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat setempat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut sebagai sumber utama penghidupan.
Baca Juga: Tips Menabung Emas agar Lebih Untung, Strategi Aman Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Di tengah tantangan tersebut, peran perempuan pesisir muncul sebagai penggerak penting ekonomi keluarga.
Salah satunya terlihat dari usaha pengolahan ikan asin yang dijalankan oleh Ibu Jum’ah, nasabah PNM Mekaar Cabang Balikpapan.
Bersama suaminya yang berprofesi sebagai nelayan, ia mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai tambah yang kini menjadi sumber pendapatan utama rumah tangga.
Baca Juga: Magang Bersama PELNI Dapat Berbagai Benefit, Simak Lowongan Terbarunya
Usaha rumahan tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar pesisir, tetapi juga telah menjangkau konsumen di luar pulau.
Aktivitas ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan hasil laut secara sederhana mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Perempuan pesisir seperti Ibu Jum’ah berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah keterbatasan infrastruktur.
Baca Juga: Sinergi Pertamina Group Perkuat Hilirisasi Petrokimia, Polytama Andalkan Propylene Kilang Balongan
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa wilayah pesisir menyimpan potensi ekonomi yang besar apabila didukung oleh keterlibatan aktif perempuan dalam usaha mikro dan ultra mikro.
“Di banyak wilayah pesisir, perempuan berperan penting dalam mengelola dan mengembangkan usaha keluarga."