trending

Boarding Tanpa Tiket Cetak, Face Recognition KAI Digunakan Ratusan Ribu Pelanggan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:00 WIB
KAI menjamin keamanan Face Recognition Boarding Gate di stasiun. (Dok. KAI)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 890.165 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh menggunakan layanan face recognition KAI sepanjang Januari 2026.

Angka ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan boarding kereta api yang lebih cepat, praktis, dan nyaman di tengah mobilitas yang terus bertumbuh.

Saat ini, layanan face recognition KAI telah tersedia di 22 stasiun, termasuk Gambir, Pasarsenen, Bandung, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, hingga Medan.

Baca Juga: Hutama Karya Bangun Stasiun MRT Glodok–Kota, Integrasi Transportasi Pusat Kota Terus Diperkuat

Dengan teknologi ini, pelanggan dapat melakukan proses boarding tanpa perlu menunjukkan tiket cetak maupun kartu identitas secara manual, sehingga antrean lebih singkat dan waktu tunggu menjadi lebih efisien.

Selain meningkatkan pengalaman pelanggan, penerapan face recognition juga berdampak pada efisiensi operasional.

Boarding tanpa tiket fisik membantu menekan penggunaan kertas.

Baca Juga: Flash Sale Valentine DAMRI 14 Februari 2026: Tiket AKAP Diskon Hingga 70 Persen

Selama Januari 2026, penggunaan layanan ini berpotensi menghemat biaya pencetakan tiket hingga sekitar Rp32,9 juta, sekaligus mengurangi kebutuhan material pendukung.

Langkah digitalisasi tersebut turut mendukung komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan, seiring berkurangnya konsumsi kertas dan distribusi logistik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pengembangan face recognition berangkat dari kebutuhan pelanggan akan layanan yang semakin praktis dan nyaman.

Baca Juga: DAMRI Gelar Promo Ramadan, Cocok untuk Perjalanan dan Mudik Lebih Awal

“Bagi pelanggan, face recognition memberikan kemudahan karena proses boarding menjadi lebih cepat dan sederhana. Dari sisi KAI, layanan ini membantu kami menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan,” ujar Anne.

Anne menambahkan, menjelang mudik Lebaran, pemanfaatan face recognition akan semakin membantu pelanggan dalam mengoptimalkan waktu perjalanan. 

Halaman:

Tags

Terkini