Kabar BUMN - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya PT Medco Intidinamika (MI) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
MoU terkait penjajakan dan pengembangan proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya pada pengembangan biodiesel berbasis High Acid Crude Palm Oil (HACPO) dan bioetanol.
MoU ditandatangani Norman Ginting, PTH Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Pertamina NRE dan Aradea Z. Arifin, Direktur PT Medco Intidinamika di Griya Arifin Panigoro pada Selasa (27/1/26).
Baca Juga: Bawa Banyak Bagasi? Whoosh Concierge Express Solusi Perjalanan Tanpa Ribet
Ruang lingkup kerja sama mencakup studi dan kajian kelayakan dari aspek teknis, ekonomi, pasar, lingkungan, hingga diskusi strategis dan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki para pihak.
MoU ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan biofuel, termasuk biodiesel berbasis HACPO, Used Cooking Oil (UCO), dan Palm Oil Mill Effluent (POME), serta rencana reaktivasi pabrik bioetanol di Lampung milik PT Medco Ethanol Lampung (MEL).
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan, penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem bioenergi nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bagian Rangkaian BTN Jakim 2026, BTN Gelar Run for Disabilities
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina NRE dalam memperluas portofolio energi terbarukan, khususnya biofuel,” ujar John.
Selain, Pertamina NRE dan Medco juga menggali potensi teknologi bioenergi yang tersedia secara global. Salah satunya melalui Envien Group, perusahaan bioenergi global yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan biodiesel dan bioetanol di berbagai negara.
Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro turut mengutarakan harapan serta visi dari penandatanganan nota kesepahaman.
Baca Juga: Puncak Bulan K3 Nasional 2026 Jadi Momentum Apresiasi K3 PT TIMAH Tbk
"Kami berharap dapat membangun sinergi yang konstruktif dalam menjajaki peluang pengembangan bioenergi,” ujar Hilmi.
Kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina NRE dalam mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan melalui kolaborasi strategis lintas pemangku kepentingan, guna memperkuat ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.