Kabar BUMN - Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT TIMAH Tbk menggelar Apel Besar di Division Area Kundur, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 9 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini operasional.
Peringatan Bulan K3 Nasional tahun ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Manajemen K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.
Baca Juga: Sambut Chinese New Year 2026 Bersama InJourney Hospitality dengan Beragam Perayaan Istimewa
Apel besar tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza, hingga jajaran manajemen PT TIMAH Tbk.
Turut hadir pula Kepala Divisi HSSE MIND ID Budi Haryanto, Direktur Utama PT TIMAH Tbk Restu Widiyantoro, Direktur Operasi Handy Geniardi, para kepala divisi, karyawan, serta mitra usaha PT TIMAH Tbk di wilayah Kundur.
Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, bertindak sebagai inspektur apel dan menyampaikan amanat Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D.
Baca Juga: Pelindo Pacu Arus Peti Kemas, Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026
Dalam amanat tersebut, Menteri Ketenagakerjaan kembali menegaskan bahwa tujuan utama penerapan K3 adalah memastikan setiap pekerja dapat pulang ke rumah dengan selamat setelah menyelesaikan pekerjaannya.
“Selain itu, K3 tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif atau sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi harus dimaknai sebagai hak dasar pekerja yang wajib diutamakan di setiap tempat kerja,” ujar Restu Widiyantoro saat membacakan pernyataan Menteri Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun akan terus mendukung penerapan K3, khususnya di sektor pertambangan, termasuk di lingkungan PT TIMAH Tbk.
Dukungan ini diberikan untuk mendorong tercapainya target zero accident dalam aktivitas kerja.
“K3 itu sangat penting. Nyawa manusia tidak bisa digantikan dengan apa pun. Kita semua ingin pulang ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, budaya keselamatan harus benar-benar diterapkan agar zero accident bisa terwujud. Pemerintah daerah akan selalu mendukung penerapan K3 yang baik karena setiap nyawa sangat berharga,” ungkapnya.