Kabar BUMN - Kinerja penjaminan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 menunjukkan hasil kuat dan berdampak langsung bagi sektor usaha kecil di Indonesia.
Perusahaan mencatat total volume penjaminan mencapai Rp214,73 triliun, yang digunakan untuk mendukung sekitar 4,90 juta UMKM dan koperasi (UMKM-K) di berbagai daerah.
Dukungan tersebut tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Prakiraan Awal Ramadan 1447 H, Puasa Mulai Tanggal 18 atau 19 Februari 2026?
Usaha yang dijamin Jamkrindo tercatat mampu menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja, menegaskan peran perusahaan sebagai penggerak ekonomi berbasis sektor produktif.
Plt Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menjelaskan bahwa penjaminan berfungsi sebagai jembatan bagi pelaku usaha yang layak secara bisnis namun masih terkendala agunan atau akses kredit.
Dengan adanya jaminan, lanjutnya, lembaga keuangan menjadi lebih percaya diri menyalurkan pembiayaan, sehingga ekosistem pembiayaan nasional dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menikmati Libur Panjang Imlek di Jakarta, Jelajahi Wisata, Kuliner, hingga Spot Instagramable
“Kinerja penjaminan Jamkrindo pada tahun 2025 menunjukkan kontribusi nyata bagi peran penting Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat sektor produktif,” ujar Abdul Bari, Kamis (12/2/2026).
Selain menjamin kredit program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jamkrindo juga menyediakan penjaminan untuk sektor produktif lainnya.
Perusahaan tidak hanya fokus pada akses modal, tetapi juga membantu UMKM-K naik kelas melalui pendampingan, penguatan manajemen usaha, produksi, hingga pemasaran.
Ke depan, Jamkrindo berencana memperluas kerja sama dengan perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan layanan penjaminan.
Transformasi digital juga terus diperkuat guna meningkatkan kecepatan layanan dan pengelolaan risiko.