“Saya ingin melihat PT TIMAH Tbk, dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, diakui secara global sebagai eksportir logam tanah jarang,” kata Jonan.
Baca Juga: KBI Kantongi Mandat BI, Resmi Jadi Kliring Derivatif Pasar Uang dan Valas
Masih di hari yang sama, Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Parada Situmorang memberikan pemaparan terkait aspek tata kelola, kepatuhan hukum, serta peran pemimpin dalam menjaga integritas dan akuntabilitas perusahaan.
Memasuki hari ketiga, mantan Direktur Utama PT TIMAH Tbk periode 1994–Maret 2002 Erry Riyana Hardjapamekas dan mantan Komisaris Utama periode 2015–2020 Fachry Ali berbagi pengalaman serta refleksi strategis mengenai dinamika pengelolaan perusahaan dan tantangan transformasi yang dihadapi dari masa ke masa.
Direktur Utama PT TIMAH Tbk Restu Widiyantoro menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan tata kelola perusahaan, khususnya dalam pengembangan human capital.
Baca Juga: Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp214 Triliun pada 2025, Jangkau Jutaan UMKM
“Direktur Human Capital menginisiasi program ini bukan hanya untuk memperkuat kepemimpinan dalam berbagai aspek, tetapi tujuan utamanya adalah meningkatkan tata kelola perusahaan, termasuk dengan memperkuat kapasitas para pemimpin kami,” kata Restu.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperkuat praktik tata kelola guna memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. ***