trending

Distribusi Batu Bara KAI Tetap Kuat di Awal 2026, Dukung Pasokan Energi Jelang Lebaran

Minggu, 8 Maret 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi - Distribusi batu bara lewat kereta api membantu menjaga stabilitas pasokan listrik di Jawa dan Bali. (kai.id)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif dalam angkutan batu bara pada awal 2026.

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, volume pengiriman mencapai 6.427.465 ton, yang menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan energi nasional.

Distribusi batu bara ini berperan besar dalam mendukung operasional pembangkit listrik, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga: Magang Frontend Developer di PT Len Industri, Kesempatan Belajar Langsung di Perusahaan BUMN

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, listrik yang dihasilkan digunakan untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari rumah tangga, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan industri dan ekonomi.

Transportasi batu bara melalui kereta api menjadi salah satu solusi logistik yang andal karena mampu mengangkut volume besar secara konsisten.

Salah satu layanan utama dalam distribusi tersebut adalah Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang beroperasi di wilayah Sumatra.

Baca Juga: Aman dan Nyaman, Simak Tips Mudik Naik Sepeda Motor agar Selamat Sampai Tujuan

Kereta ini mampu menarik hingga 61 gerbong dalam satu rangkaian, sehingga menjadi tulang punggung pengiriman batu bara dari kawasan tambang menuju pelabuhan distribusi energi.

Peran distribusi energi ini semakin penting menjelang periode Angkutan Lebaran, ketika aktivitas masyarakat dan kebutuhan listrik meningkat.

Pasokan listrik yang stabil membantu menjaga operasional berbagai layanan publik, seperti transportasi, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga sektor pariwisata.

Baca Juga: BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80.000 Paket Pangan

Ke depan, KAI juga menyiapkan penguatan kapasitas angkutan barang untuk mendukung ketahanan logistik energi.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang hingga 15 persen pada 2029, termasuk peningkatan pengiriman batu bara serta komoditas lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini