Kabar BUMN - Persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 mulai dimatangkan melalui berbagai koordinasi lintas sektor.
Salah satu upaya tersebut dilakukan lewat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.
Forum ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta BUMN untuk memastikan pelayanan dan keselamatan masyarakat selama periode mudik berjalan optimal.
Baca Juga: Program Pemberdayaan Perempuan Pertamina Patra Niaga Jangkau Puluhan Wilayah di Indonesia
Dalam pertemuan yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin turut hadir sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional.
Kehadiran Jasa Raharja menegaskan peran perusahaan dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat, khususnya selama masa mobilitas tinggi saat Lebaran.
Rapat koordinasi ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Selain itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum., perwakilan BNPB, BMKG, BASARNAS, serta para pimpinan BUMN juga turut hadir.
Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya kolaborasi nasional dalam menyiapkan pengamanan dan pelayanan arus mudik maupun arus balik Idulfitri 2026.
Dalam pemaparannya, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berperan dalam pemberian santunan bagi korban kecelakaan, tetapi juga berupaya memperkuat aspek keselamatan transportasi secara menyeluruh.
Baca Juga: 5 Jam di Udara untuk Pertama Kali? Ini Cara Menikmati Penerbangan Tanpa Panik
“Dalam konteks ini, tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan kepada korban kecelakaan saja, tapi kami memastikan negara hadir secara cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat ada risiko kecelakaan pada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Awaluddin, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak dalam satu ekosistem keselamatan nasional.
Dalam sistem tersebut, Jasa Raharja memiliki peran penting sebagai penyedia perlindungan sosial bagi korban kecelakaan, sehingga koordinasi lintas lembaga menjadi hal yang sangat krusial.