trending

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Nasional dalam Persiapan Operasi Ketupat 2026

Minggu, 8 Maret 2026 | 09:30 WIB
Jasa Raharja ikut Rakor Operasi Ketupat 2026 untuk memperkuat sinergi nasional dan memastikan perlindungan serta keselamatan masyarakat selama mudik Lebaran. (Dok. Jasa Raharja)

Baca Juga: BUMN DAMRI Buka Lowongan Kerja Terbaru, Pendaftaran Khusus Posisi Ini Ditutup 10 Maret

Ia juga menjelaskan bahwa sejak awal tahun 2026 berbagai langkah persiapan telah dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait. Survei di sejumlah jalur tol dan jalan arteri dilakukan bersama Jasa Marga guna memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan selama arus mudik.

“Sejak Januari hingga Februari 2026, sesuai koordinasi dan arahan Kakorlantas serta Menteri Perhubungan, kami telah melakukan survei di beberapa jalur tol dan jalan arteri bersama Jasa Marga. Kemudian juga cek kesiapan simpul-simpul kritikal seperti di pelabuhan Bakauheni-Merak."

"Secara keseluruhan, koordinasi langsung dengan Korlantas, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dan Jasa Marga sudah dilakukan,” jelas Awaluddin.

Baca Juga: PT TIMAH Libatkan Produk UMKM Lokal dalam Kegiatan Ramadan, Bantu Dongkrak Ekonomi Warga

Sebagai bagian dari BUMN yang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja juga menyiapkan berbagai dukungan operasional selama Operasi Ketupat 2026. Secara nasional, perusahaan akan mengerahkan sekitar 2.000 petugas yang disebar di berbagai wilayah.

Selain itu, dibentuk 29 tim reaksi cepat di 29 kantor wilayah, 25 pos pelayanan terpadu bersama para pemangku kepentingan, serta 15 tenda taktis di titik-titik strategis.

Dukungan keselamatan juga diperkuat melalui 92 kegiatan sosialisasi serta pemasangan sekitar 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas.

Baca Juga: Distribusi Batu Bara KAI Tetap Kuat di Awal 2026, Dukung Pasokan Energi Jelang Lebaran

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25–26 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Baca Juga: Unik Banget! Di Pantai Tawa Halmahera Kamu Bisa “Sauna” Sambil Menatap Laut

“Kami berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian Operasi Ketupat sebelumnya."

"Dengan potensi pergerakan masyarakat yang besar, Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Dedi.

Halaman:

Tags

Terkini