Kabar BUMN - Subholding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), PTPN IV PalmCo, mengambil langkah untuk menjaga harga minyak goreng rakyat Minyakita tetap stabil selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H.
Upaya ini dilakukan dengan memastikan harga di tingkat distributor tetap berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa penjualan Minyakita dari produsen kepada distributor dilakukan melalui anak usaha perusahaan, PT Industri Nabati Lestari.
Baca Juga: Bantuan Safari Ramadan PT TIMAH Bikin Santri Tahfiz dan Anak Yatim Bahagia
Dalam skema tersebut, harga yang diberikan kepada distributor berada di kisaran Rp13.439 per liter.
Harga tersebut merupakan transaksi antar pelaku usaha atau business to business (B2B).
Dengan harga awal yang lebih rendah, distributor masih memiliki ruang margin sehingga harga di tingkat konsumen diharapkan tetap mengikuti HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Cek Poin Kamu! Ada Kesempatan Menang Umroh di Program Undi-Undi Hepi Telkomsel 2026
“Menindaklanjuti ketegasan Bapak Menteri Pertanian, kami konsisten menerapkan harga jual yang rasional di tingkat hulu untuk memutus mata rantai anomali harga,” ujar Jatmiko.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya penjualan Minyakita yang melebihi HET saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran Jakarta.
Baca Juga: Tips Aman Mudik Sendirian bagi Wanita, Perjalanan Tetap Nyaman dan Tenang
Selain menjaga harga, PalmCo turut memperkuat pasokan minyak goreng menjelang puncak konsumsi.
Perusahaan menargetkan produksi crude palm oil (CPO) meningkat lebih dari 10 persen hingga mencapai sekitar 225.940 ton pada April 2026.