Kabar BUMN - PT ANTAM (Persero) Tbk memperkuat posisi industri emas nasional melalui kerja sama strategis dengan dua perusahaan yang tergabung dalam Merdeka Group.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan baku emas di dalam negeri. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kedaulatan emas Indonesia dari sisi hulu hingga hilir.
Penandatanganan Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dilakukan antara ANTAM dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) serta PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS).
Baca Juga: Diskon 30 Persen PELNI Masih Berlaku, Segera Amankan Tiket Mudik Lebaran 2026
Kedua perusahaan tersebut merupakan anggota holding Merdeka Group. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 4 Maret 2026 di Jakarta.
Perjanjian GSPA ini memiliki masa berlaku selama dua tahun. Dalam kerja sama tersebut, volume transaksi yang disepakati mencapai 6 metric ton emas setiap tahun. Pada skema ini, ANTAM berperan sebagai pembeli, sedangkan BSI dan PETS bertindak sebagai penjual.
Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa kepentingan kedaulatan emas nasional menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini. Menurutnya, emas tidak hanya dipandang sebagai komoditas semata, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi bangsa.
Baca Juga: PT GDPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA Sederajat, Penempatan Area Denpasar, Bali
"Dengan perjanjian ini, Kami memperkuat visi emas ANTAM sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ujar Handi.
Sebelumnya, ANTAM dan BSI juga telah menjalin kerja sama melalui Perjanjian Jasa Pemurnian. Dalam kerja sama tersebut, emas dore yang berasal dari tambang dimurnikan di fasilitas pemurnian milik ANTAM.
Setelah melalui proses pemurnian, emas dan perak kemudian diolah menjadi emas butiran atau granula dengan kadar kemurnian mencapai 99,99 persen.
Baca Juga: Ragam Martabak dari Seluruh Dunia, Asal Mulanya dari Yaman
Melalui GSPA yang baru ini, transaksi emas granula hasil pemurnian dalam negeri dilakukan secara lebih terstruktur. Skema tersebut sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok industri emas domestik mulai dari proses penambangan hingga produk akhir.
Handi juga menekankan bahwa stabilitas pasokan emas dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi emas ANTAM di pasar. Hal ini juga berkaitan dengan standar internasional yang harus dipenuhi oleh produk emas perusahaan.
“Stabilitas pasokan dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas ANTAM sebagai produk bersertifikasi LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk aspek tata kelola dan keberlanjutan."