Selain itu, perusahaan juga memperkuat kesiapsiagaan melalui 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat. Tim ini terdiri dari lima tim terpusat dan 24 tim yang ditempatkan di berbagai wilayah guna mendukung respons cepat terhadap kondisi di lapangan.
Dukungan lainnya diberikan melalui keterlibatan dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu yang berada di sejumlah jalur mudik strategis. Jasa Raharja juga menyalurkan 15 hibah tenda taktis yang digunakan untuk memperkuat pelayanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
“Kami juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan secara online dengan rumah sakit, serta menjalankan kegiatan edukasi dan imbauan keselamatan di sekitar 1.700 titik lokasi. Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Awaluddin.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian persiapan mudik.
Baca Juga: Risya Naifah Sukses Memperbaiki Ekonomi Keluarga Berkat jadi BRILink Agen di Merauke
“Harapan kami sederhana: masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Jasa Raharja yang menghadirkan forum diskusi bersama para pakar dan akademisi transportasi.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Dirut Jasa Raharja yang telah mengundang kami bersama para pakar transportasi dan akademisi untuk mendapatkan saran dan masukan. Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan."
Baca Juga: Ajarkan Anak Bijak Kelola THR Lebaran, Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan Orang Tua
"Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa skenario pengamanan mudik telah disiapkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak terkait.
“Kami siap menjaga masyarakat yang berangkat mudik hingga sampai tujuan dan kembali dengan selamat."
Baca Juga: Idulfitri 1447 H, PJT II Memastikan Operasi SDA Tetap Optimal Selama Masa Libur
"Sederhana saja: berangkat selamat, pulang juga selamat. Skenario pengamanan di jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, tempat wisata, hingga tempat ibadah telah dikolaborasikan. Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergitas,” kata Agus.