Melalui pendekatan tersebut, Ifti berupaya mengubah stigma bahwa batik hanya identik dengan acara formal atau dikenakan oleh generasi tertentu.
Baca Juga: BNI Buka Layanan Terbatas Saat Libur Idul Fitri 1447 H, Pastikan Transaksi Nasabah Tetap Lancar
Wastra Nusantara, menurutnya, bisa tampil modis tanpa kehilangan nilai budayanya.
Selain menonjolkan sisi desain, Pekatan Batik juga menerapkan prinsip produksi yang lebih ramah lingkungan.
Dalam proses pembuatannya, setiap potongan kain dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga: Berbagi THR Lebih Praktis Lewat BRImo, Ada Fitur Kirim Uang dan Emas Langsung dari Smartphone
Sisa bahan tidak dibiarkan terbuang, tetapi diolah kembali menjadi produk baru yang tetap memiliki nilai, sehingga setiap koleksi hadir dalam jumlah terbatas sekaligus lebih berkelanjutan.
Seiring waktu, koleksi Pekatan Batik mulai menjangkau pasar yang lebih luas.
Tidak hanya diminati di tingkat lokal dan nasional, produk-produk tersebut juga telah dibawa ke berbagai negara seperti Korea Selatan serta sejumlah negara di Eropa.
Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Pantangan yang Dilakukan Umat Hindu Saat Hari Raya Nyepi
Bahkan, karya Pekatan Batik kerap dipilih sebagai suvenir oleh instansi maupun perusahaan dalam berbagai agenda internasional.
Perkembangan usaha ini semakin terasa ketika Ifti bergabung dengan program Rumah BUMN BRI Jakarta pada tahun 2024.
Melalui program tersebut, ia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapasitas bisnis melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan.
Baca Juga: Nikmati Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga di 9 Ruas Mudik, Berlaku Sampai Malam Ini
“Saya mengikuti pelatihan fashion, desain, bisnis, dan keuangan.