Kabar BUMN - Lonjakan penumpang kereta cepat Whoosh mencapai titik tertinggi sementara pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Pada 24 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat menembus 24.315 orang dalam sehari, melampaui capaian puncak tahun sebelumnya.
Tingginya angka ini terlihat dari okupansi perjalanan yang hampir penuh, terutama rute dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Halim.
Baca Juga: Health Talk PDC: Kupas Dampak Trauma dan Stres Terhadap Kinerja, Karyawan Diajak Lebih Kenali Diri
Tiket keberangkatan siang hingga malam habis terjual, dengan arus penumpang didominasi perjalanan kembali ke Jakarta.
Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat usai libur Lebaran.
Kecepatan dan kenyamanan menjadi alasan utama Whoosh semakin diminati sebagai transportasi andalan.
“Kami melihat adanya pergerakan signifikan masyarakat yang kembali ke Jakarta setelah libur Lebaran, dan Whoosh menjadi pilihan karena kecepatan serta kenyamanannya,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa.
Dari sisi stasiun, volume keberangkatan terbesar berasal dari Stasiun Padalarang dengan 11 ribu penumpang, disusul Stasiun Halim 8 ribu penumpang, kemudian Tegalluar Summarecon 4 ribu penumpang, dan Karawang 800 penumpang.
Pergerakan penumpang didominasi oleh mereka yang kembali beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: Arus Mudik Idulfitri 1447H: One Way Nasional Resmi Ditutup, Lalu Lintas Kembali Normal
Memasuki 25 Maret 2026, tren perjalanan masih tinggi.
Penjualan tiket sudah menyentuh sekitar 18 ribu hingga siang hari dan diperkirakan terus bertambah.