Dari situ, pesanan pre-order mulai berdatangan dan menjadi fondasi pertumbuhan Tercabaikan hingga saat ini.
Baca Juga: Setiap Waktu Harus Meeting Virtual, Pahami Cara Mengurangi Efek Zoom Fatigue
Dalam perjalanannya, berbagai tantangan sempat dihadapi, terutama pada tahap awal saat seluruh proses bisnis masih dikelola sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran.
Untuk memperluas jangkauan, pemasaran kemudian dikembangkan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, hingga layanan pesan antar.
Seiring berkembangnya usaha, Inggra juga aktif meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui berbagai pelatihan, salah satunya melalui platform LinkUMKM BRI yang difasilitasi oleh Bank Rakyat Indonesia.
Baca Juga: BULOG Percepat Distribusi Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Usai Idulfitri
“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN.
"Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM.
"Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha berbasis digital.
Platform ini menyediakan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB.
Selain itu, tersedia pula 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Baca Juga: Mungkin Dialami Saat WFH Lagi, Ini Zoom Fatigue, Kelelahan Akibat Sering Melakukan Zoom Meeting
Secara terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa LinkUMKM dirancang sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan bagi pelaku UMKM.