Dari sana, ia mengenal LinkUMKM BRI sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara lebih terarah.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Menguat di Ketapang, ASDP Pastikan Ribuan Kendaraan Tetap Lancar Terkendali
Dalam operasional sehari-hari, Inni Dawet juga memanfaatkan layanan perbankan dari Bank Rakyat Indonesia seperti QRIS BRI dan rekening usaha.
Hal ini membuat transaksi menjadi lebih praktis sekaligus membantu pencatatan keuangan yang lebih rapi.
“Sejauh ini, LinkUMKM sangat membantu dalam pengembangan usaha Inni Dawet, terutama melalui pelatihan dan materi edukasi yang diberikan.
Baca Juga: 5 Wahana Seru Bukit Sekipan Tawangmangu, Lengkap dengan Harga Tiket Terbaru
"Beberapa hal yang paling terasa manfaatnya adalah pemahaman tentang strategi pemasaran digital, pengemasan produk, serta pengelolaan keuangan usaha.
"Setelah mengikuti pendampingan dan mulai menerapkan ilmu yang didapat, usaha Inni Dawet mengalami peningkatan dalam hal jumlah pesanan dan jangkauan pasar.
"Promosi melalui media sosial menjadi lebih terarah, sehingga produk lebih dikenal oleh pelanggan baru.
Baca Juga: Kontribusi WSBP di Proyek Masjid, Utamakan Kenyamanan dan Keamanan Jamaah
"Selain itu, usaha juga mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah,” ungkap Rilla.
Melalui platform LinkUMKM, BRI terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.
Baca Juga: Mahasiswa Akuntansi Wajib Coba! Magang PT KIW Dibuka Hingga Akhir Maret 2026
LinkUMKM menyediakan enam fitur utama yang terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung oleh 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill pengusaha.