trending

Proyek Manpatu PHM Masuki Tahap Strategis, Load Out Jacket Sukses Dilaksanakan

Senin, 30 Maret 2026 | 20:30 WIB
PHM sukses lakukan load out jacket Proyek Manpatu. Target instalasi 2026 dan onstream kuartal I 2027 untuk dukung produksi migas nasional. (Dok. PHM)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan perkembangan penting dalam Proyek Pengembangan Manpatu.

Tahapan load out jacket berhasil dilaksanakan di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada 26 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari proses first cut of steel yang dilakukan pada Mei 2025 dan akan dilanjutkan menuju tahap sail away jacket. 

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Legendaris di Pondok Indah, Ada yang Dijual di Gerobak dan di Pertokoan

Proyek Manpatu sendiri merupakan pengembangan dari temuan sumur eksplorasi di lapangan lepas pantai South Mahakam.

Lokasinya berada sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan kedalaman laut sekitar 50 hingga 60 meter.

Pengembangan ini dirancang untuk meningkatkan produksi gas dan kondensat dengan kapasitas desain mencapai 80 MMSCFD.

Baca Juga: PLN NP Siagakan 8.898 Personel untuk Pasok 14,1 GW Listrik selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Lingkup pekerjaan proyek cukup besar dan kompleks. Pekerjaan meliputi fabrikasi serta instalasi satu anjungan baru berupa jacket dan piles dengan total berat sekitar 1.380 ton serta topside seberat sekitar 1.100 ton.

Selain itu terdapat modifikasi pada satu anjungan eksisting, pemasangan pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang sekitar 2,5 kilometer, serta pekerjaan subsea dengan tingkat risiko tinggi. Secara keseluruhan, proyek ini juga mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung target produksi migas nasional.

Baca Juga: Nuon Perkuat Ekosistem Digital Lifestyle untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi Konten Lokal

“Kami secara konsisten mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik di industri hulu migas, baik ditingkat nasional maupun global, yang diimplementasikan secara terpadu diseluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan”, lanjut Setyo.

Selain mendorong produksi, proyek ini juga mencatat pencapaian pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Halaman:

Tags

Terkini