Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menilai tren ini sebagai indikasi meningkatnya mobilitas berbasis destinasi.
Baca Juga: Promo Cashback 10% Top Up E-Wallet di BRImo, Lumayan Hemat sampai Mei 2026
“Joglosemarkerto menghadirkan konektivitas yang membuka akses antarkota sekaligus memperluas pilihan perjalanan. Pelanggan dapat menjangkau lebih banyak tujuan dalam satu rangkaian perjalanan,” ujar Anne.
Konektivitas tersebut turut mendorong meningkatnya kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang dilalui jalur Joglosemarkerto, mulai dari Purwokerto hingga Yogyakarta.
Di Purwokerto dan Baturraden, wisatawan disambut udara sejuk lereng Gunung Slamet dengan panorama alam, air terjun, hingga pemandian air panas.
Baca Juga: Liburan ke Malang Belum Lengkap Tanpa 5 Oleh-oleh Ini, Favorit Wisatawan!
Aktivitas wisata ini turut menggerakkan pelaku usaha kecil, terutama kuliner khas seperti mendoan dan getuk goreng.
Memasuki wilayah Pantura, Tegal menghadirkan nuansa pesisir dengan Pantai Alam Indah sebagai daya tarik utama.
Tradisi teh poci serta kuliner lokal menjadi magnet tersendiri yang menghidupkan UMKM setempat.
Baca Juga: Travoy Makin Canggih! Jasa Marga Hadirkan Fitur Nirsentuh hingga Info Real Time untuk Pengguna Tol
Sementara itu, Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik dengan aktivitas ekonomi yang meningkat selama Lebaran.
Kampung batik dan museum menjadi pusat interaksi antara wisatawan dan perajin, didukung kuliner khas seperti nasi megono.
Di Semarang, wisata sejarah dan urban berpadu di kawasan Kota Lama, Lawang Sewu, hingga Simpang Lima.
Baca Juga: Tiket Bus Lebih Hemat! Promo Twindate 4.4 DAMRI Kasih Potongan hingga Rp20.000
Kuliner seperti lumpia juga turut menggerakkan ekonomi lokal dari skala kecil hingga menengah.