Perjalanan berlanjut ke Surakarta atau Solo, yang menawarkan kekayaan budaya melalui Keraton Surakarta, Pasar Klewer, serta ragam kuliner seperti serabi dan tengkleng.
Sementara Yogyakarta menjadi salah satu titik utama dengan daya tarik lengkap, mulai dari kawasan Jalan Malioboro, Keraton, Taman Sari, hingga wisata kuliner seperti gudeg, bakpia, dan angkringan.
Tingginya mobilitas ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar stasiun dan destinasi wisata.
Pedagang kaki lima, pelaku UMKM oleh-oleh, hingga jasa transportasi lokal merasakan peningkatan permintaan selama periode Lebaran.
Produk lokal seperti mendoan di Purwokerto, teh poci di Tegal, batik Pekalongan, hingga kuliner khas Semarang dan Solo mengalami lonjakan permintaan, memperkuat keterkaitan antara sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi daerah.
Baca Juga: Rahasia Menjadi Karyawan Favorit Semua Orang di Kantor, Disukai Atasan dan Dihormati Rekan Kerja
Anne menegaskan bahwa konektivitas yang dihadirkan Joglosemarkerto memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Perjalanan kereta api membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal di berbagai daerah,” tutup Anne.***