trending

Hasil Percepatan WIKA, Proyek Pembangunan Bendungan Jenelata Telah Lebih dari 25 Persen

Jumat, 3 April 2026 | 12:00 WIB
Proyek pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang sedang dipercepat WIKA. (DOK. WIKA)

Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mempercepat pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Melansir Antara, Kamis (2/4/2026), hingga kuartal I tahun 2026, progres pembangunan bendungan ini telah mencapai sekitar 25,2 persen.

Dengan fokus pekerjaan pada galian tanah dan batuan di area spillway (bangunan pelimpah) dan abutment (sandaran bendungan), serta pelaksanaan fondasi utama bendungan.

Baca Juga: Produksi dan Penjualan PTBA Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025

Sejumlah pekerjaan krusial seperti galian fondasi, perlindungan lereng, dan pembangunan akses jalan terus dipacu, dengan kesiapan area main dam untuk memasuki tahap penimbunan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyampaikan bahwa pembangunan bendungan ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini mengadopsi teknologi konstruksi modern seperti metode Concrete Face Rockfill Dam (CFRD) serta penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengendalian proyek secara terintegrasi.

Baca Juga: Electric PLN Mobile Menang Dramatis 3-2 atas Pertamina Enduro di Pembuka Final Four Proliga 2026

Dengan kapasitas tampungan mencapai 223,6 juta m³, Bendungan Jenelata dirancang untuk memberikan berbagai manfaat strategis.

Antara lain sebagai pengendali banjir di DAS Jeneberang, penyedia air irigasi bagi sekitar 25.783 hektare lahan pertanian, serta sumber air baku bagi masyarakat di wilayah Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.

Selain itu, bendungan ini juga berpotensi mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas sekitar 7 MW, sehingga turut berkontribusi pada upaya transisi energi nasional.

Baca Juga: Tiga Atlet Muda Binaan PTPN IV Berpeluang Bela Indonesia di Ajang Asian Tennis Federation 2026

Proyek ini ditargetkan selesai pada 17 Juni 2028 dan diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran WIKA sebagai mitra pembangunan nasional.***

Tags

Terkini