Dari ribuan desa yang mengikuti Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon berhasil menembus 40 besar hingga akhirnya masuk dalam 15 besar nasional.
Baca Juga: Peluang Karier di Bandara Soekarno-Hatta, Posisi Avsec Dibuka Kembali
Capaian ini kemudian dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan kawasan, khususnya Agrowisata Pakuon yang kini menjadi ikon pertumbuhan ekonomi lokal.
Penguatan kelembagaan ekonomi desa juga dilakukan melalui pengelolaan unit usaha oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
BUMDes mengelola berbagai lini usaha, mulai dari BUMDes Mart, pengembangan Agrowisata Pakuon, hingga program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan.
Baca Juga: Barang Tertinggal di Stasiun? Ikuti Langkah Ini Agar Cepat Kembali ke Tanganmu
Selain itu, layanan keuangan melalui BRILink Agen turut dihadirkan untuk memperluas akses transaksi masyarakat.
Komoditas jambu merah yang telah dikembangkan sejak 2008 menjadi salah satu andalan desa.
Hasil panennya tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah guna memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Baca Juga: Kesempatan Kerja di Bidang Outsourcing, Lowongan Marketing Bakal Ditutup 14 April
Tak hanya pertanian, sektor peternakan domba juga dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Selain menjadi sumber pendapatan alternatif, peternakan ini juga berfungsi sebagai tabungan hidup bagi warga.
Sementara itu, klaster kopi Pajambon yang menghasilkan kopi Arabika, Robusta, dan Tuberika turut memperkaya diversifikasi sumber pendapatan.
Baca Juga: Dari Menara Tele ke Efrata, Perjalanan Singkat dengan View Alam yang Bikin Takjub
Dukungan alat produksi serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk kopi lokal.