trending

ANTAM Cetak Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 4 April 2026 | 20:30 WIB
Gedung ANTAM (antam.com)

Kabar BUMN - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) kembali menunjukkan ketangguhan fundamental bisnisnya dengan mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember 2025, FY25).

Di tengah tekanan global akibat volatilitas harga komoditas, ketidakpastian makroekonomi, serta dinamika regulasi, ANTAM tetap mampu mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat melalui eksekusi strategi yang terarah.

Optimalisasi portofolio komoditas serta peningkatan kinerja operasional menjadi kunci dalam memperkuat nilai tambah bisnis sepanjang tahun berjalan.

Baca Juga: Pos Indonesia dan Garuda Indonesia Perkuat Sinergi Logistik Haji 2026, Dorong Produk Nasional Tembus Pasar Global

Capaian ini sekaligus mencatatkan rekor kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yang turut didukung percepatan investasi hilirisasi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dengan penguatan operasional dan efisiensi pengelolaan biaya, ANTAM berhasil meningkatkan profitabilitas secara signifikan.

Perusahaan mencatatkan pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga: Long Weekend Paskah di Jakarta Saja, Sambangi 7 Tempat Wisata Keluarga Favorit Berikut

Pada FY25, laba tahun berjalan mencapai Rp7,92 triliun, melonjak 106% dibandingkan FY24 sebesar Rp3,85 triliun.

Sejalan dengan itu, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) juga meningkat 56% menjadi Rp10,51 triliun dari sebelumnya Rp6,73 triliun.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan capaian tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham dan pembangunan industri nasional.

Baca Juga: KAI Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran, Mobilitas Menguat dalam Perjalanan Tepat Waktu

Peningkatan profitabilitas juga tercermin dari laba kotor yang mencapai Rp13,68 triliun atau naik 111% dibandingkan FY24 sebesar Rp6,50 triliun.

Laba usaha pun melonjak 180% menjadi Rp8,40 triliun dari Rp3,00 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini