Baca Juga: Studio Dian Tantra Tumbuh Pesat, Dukungan Rumah BUMN Dorong Produk Makin Dikenal
Penguatan ESG dan Hilirisasi
Sebagai bagian dari komitmen terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG), ANTAM melakukan pembelian Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung operasional unit bisnis pengolahan dan pertambangan emas.
Berdasarkan laporan Sustainalytics ESG Risk Rating, skor risiko ANTAM membaik menjadi 33,36 (high risk) pada 2025 dari 42,06 (severe risk) pada 2024.
Penurunan ini mencerminkan penguatan manajemen risiko, transparansi, dan tata kelola perusahaan.
Baca Juga: PT Timah dan Warga Kompak Bersihkan Taman Sari Sungailiat dalam Semangat Indonesia ASRI
Dalam pengembangan bisnis berkelanjutan, ANTAM juga terus memperkuat hilirisasi mineral sejalan dengan agenda nasional.
Pada segmen emas, perusahaan tengah mengembangkan fasilitas manufaktur logam mulia di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, yang saat ini memasuki tahap konstruksi.
Di sektor nikel, ANTAM mencatat kemajuan penting dalam proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik bersama mitra CBL (Grup CATL), termasuk dimulainya konstruksi di Halmahera Timur pada triwulan IV 2025.
Baca Juga: DAMRI Buka Rute Strategis Malang–Jakarta & Surabaya–Jakarta, Tiket Mulai Rp 280.000
Selain itu, ANTAM juga menjalin kerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan mitra strategis HYD yang dipimpin Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd melalui penandatanganan Framework Agreement untuk pengembangan ekosistem baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Untuk memperkuat hilirisasi bauksit, ANTAM mengembangkan Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 1 dengan kapasitas 1 juta ton alumina.
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, seiring dengan dimulainya pembangunan SGAR Fase II pada Februari 2026 yang akan menambah kapasitas produksi secara bertahap.
Melalui berbagai inisiatif strategis tersebut, ANTAM terus memperluas peluang pertumbuhan jangka panjang yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia di masa depan.***