trending

WIKA Catat Kinerja Positif 2025, Kontrak Tembus Rp50,52 Triliun di Tengah Transformasi

Senin, 6 April 2026 | 19:30 WIB
WIKA Gedung (wikagedung.co.id)

Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus upaya penyehatan keuangan.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp17,46 triliun yang turut mendorong total kontrak berjalan mencapai Rp50,52 triliun.

Dari total kontrak berjalan tersebut, WIKA mencatatkan penjualan sebesar Rp20,45 triliun.

Baca Juga: PT Mitra Utama Madani Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Hukum, Simak Info Kualifikasi dan Posisi yang Dibutuhkan

Angka ini terdiri dari penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp13,33 triliun dan penjualan KSO sebesar Rp7,12 triliun.

Kinerja tersebut menghasilkan laba kotor (gross profit) sebesar Rp1,13 triliun.

Sejalan dengan itu, Gross Profit Margin (GPM) Perseroan mengalami peningkatan dari 7,9% pada tahun 2024 menjadi 8,5% di tahun 2025.

Baca Juga: Pacitan Punya, Grojogan Dhuwur Tawarkan Pesona Memukau Air Terjun Eksotis

Kenaikan margin ini terutama ditopang oleh lini bisnis utama Perseroan, yakni sektor infrastruktur & gedung serta Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).

Selain itu, keunggulan operasional dan pengelolaan proyek juga tercermin dari EBITDA operasi yang tetap positif sebesar Rp426,52 miliar, menandakan peningkatan kinerja operasional di tengah proses restrukturisasi yang masih berlangsung.

Di sisi keuangan, Perseroan juga mencatat kemajuan signifikan dalam memperbaiki struktur permodalan.

Baca Juga: Penumpang Tembus 1,7 Juta, KAI Bandara Catat Kinerja Gemilang di Triwulan I 2026

Hal ini ditunjukkan dengan penurunan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun, masing-masing turun 29,5% dan 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini mencerminkan kemampuan WIKA dalam mengelola proyek secara berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan arus kas di tengah tekanan industri.

Halaman:

Tags

Terkini