Tak hanya itu, melalui delapan langkah strategis penyehatan keuangan, Perseroan juga mempercepat penyelesaian piutang, baik melalui mediasi hukum maupun upaya penagihan.
Hasilnya, nilai piutang berhasil ditekan sebesar Rp1,89 triliun atau 29,2% menjadi Rp4,58 triliun.
Sementara itu, nilai pekerjaan dalam proses konstruksi juga turun sebesar Rp1,15 triliun atau 34,6% sepanjang tahun 2025.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin (Emin), menegaskan bahwa Perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperkuat struktur permodalan.
Baca Juga: Kuliner Malaysia yang Dipengaruhi Kuliner Inggris, Sudah Populer Juga di Dunia
“Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan Perseroan.
"Di tahun ini Perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi Perseroan,” ujar Emin.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi yang tengah dijalankan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemegang saham, kreditur, mitra kerja, hingga seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Oleh karena itu, Perseroan akan terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemegang Saham Mayoritas guna memperoleh dukungan yang diperlukan, serta dengan para kreditur untuk memastikan kelancaran program penyehatan keuangan yang sedang berjalan.***