Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transportasi berkelanjutan melalui pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Seluruh lokomotif dan genset operasional perusahaan kini telah menggunakan biosolar B40 sebagai bentuk transisi menuju energi hijau.
Ke depan, KAI juga bersiap mengadopsi B50 untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung agenda keberlanjutan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar sektor transportasi di Indonesia.
Baca Juga: Super Flu Mengintai, PT TIMAH dan PT DAK Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Karyawan
Dikutip via Antara, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan perusahaan telah beralih menggunakan bahan bakar berbasis energi terbarukan tersebut.
Dukungan terhadap Kebijakan Energi Terbarukan Pemerintah
Penggunaan B40 oleh KAI merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan di sektor transportasi.
Baca Juga: Aset PT TIMAH Disulap Jadi Ruang Publik Sehat, Taman Sari Sungailiat Makin Ramai
Dengan penerapan ini, operasional kereta api dinilai mampu menghasilkan emisi yang lebih rendah sekaligus memperkuat perannya sebagai moda transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan.
Anne menjelaskan bahwa pemanfaatan energi hijau ini juga sejalan dengan upaya KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang efisien dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kami memahami bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi bahan bakar yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan dapat diandalkan,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Konsumsi Junk Food Berlebihan untuk Tubuhmu
Menuju B50 dan Target Energi Berkelanjutan
KAI menegaskan kesiapan untuk mendukung pengembangan B50 yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah.
Sebagai langkah kehati-hatian, setiap sarana yang akan menggunakan B50 nantinya akan melalui serangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum dioperasikan untuk publik, mengingat aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka Diundur, ASDP Prioritaskan Kelancaran Layanan