Kabar BUMN - Holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp159 triliun atau 4 persen di atas target.
Dari jumlah pendapatan tersebut, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebut, MIND ID mencatat EBITDA sebesar Rp42 triliun atau 3 persen di atas target.
“Laba bersih atau net income sebesar Rp29 triliun atau 13 persen di atas target,” jelas Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Kinerja Moncer 2025, KAI Services Bukukan Pendapatan Rp2,79 Triliun dan Laba Melonjak 24%
Dilansir dari ANTARA, Maroef menyampaikan, pencapaian kinerja keuangan MIND ID merupakan hasil dari optimalisasi kinerja operasional di tengah transisi dan tantangan yang dihadapi serta pengendalian biaya.
Ia pun berkomitmen ke depannya manajemen akan tetap berfokus pada keselamatan, kepatuhan, dan tata kelola yang baik.
MIND ID juga akan terus meningkatkan tren kinerja dengan fokus pada sinergitas MIND ID grup pada proyek-proyek hilirisasi strategis yang bernilai tambah, pemuatan manajemen risiko, serta peningkatan kontribusi perusahaan bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Perkuat Employee Well-Being, Dorong Resiliensi di Tengah Dinamika Logistik
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menilai kinerja MIND ID menunjukkan arah pengelolaan industri pertambangan yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah.
Sugeng menambahkan, kebijakan hilirisasi yang dijalankan MIND ID merupakan langkah strategis yang sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kebijakan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 2029,” ujarnya.
Ia menekankan, MIND ID memiliki peran penting dalam mengelola sumber daya mineral Indonesia secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat tata kelola agar mampu memberikan nilai ekonomi jangka panjang.***