Kabar BUMN - Di sepanjang Triwulan I 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan komoditas perkebunan mencapai 162.261 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 156.100 ton.
Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan konsumen akan keandalan KAI mendukung distribusi nasional.
Angkutan logistik berbasis rel memberikan kepastian waktu tempuh dengan kapasitas angkut yang besar, sehingga komoditas dari daerah perkebunan dapat tersalurkan ke pabrik pengolahan lebih lancar.
Baca Juga: Dorong Kualitas SDM, PT TIMAH Buka Akses Magang untuk Ratusan Pelajar dan Mahasiswa
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, layanan logistik kereta api memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional, khususnya pada sektor perkebunan.
“Distribusi hasil perkebunan melalui kereta api membantu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku dari hulu ke hilir. Dengan kapasitas angkut yang besar dan waktu tempuh yang lebih pasti, pergerakan komoditas dapat berjalan lebih efisien,” ujar Anne.
Pemanfaatan CPO semakin strategis seiring pengembangan bahan bakar minyak (BBM) berbasis campuran nabati di Indonesia.
Baca Juga: Lari Bareng 10.000 Peserta, wondr Kemala Run 2026 Perkuat Wisata Olahraga dan Aksi Sosial di Bali
Kelapa sawit menjadi salah satu komponen dalam campuran tersebut, yang mendukung penggunaan energi terbarukan yang terus dikembangkan.
Melalui angkutan logistik berbasis rel, bahan baku seperti CPO dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Perjalanan ini membantu industri tetap berjalan sekaligus menjaga ketersediaan energi dari bahan baku dalam negeri.
“Kami memastikan setiap perjalanan logistik berlangsung aman dan tepat waktu. Dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya, peran ini ikut menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan bertumbuh,” tutup Anne.***