Peningkatan Pengguna KRL Lintas Tanjung Priok
Pertumbuhan jumlah pengguna KRL di lintas Tanjung Priok menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan adanya lonjakan signifikan dari tahun ke tahun, menandakan semakin tingginya ketergantungan masyarakat pada transportasi kereta api.
- 2022: 1.599.107 pengguna
- 2023: 2.676.363 pengguna
- 2024: 3.377.633 pengguna
- 2025: 3.531.311 pengguna
- 2026 (Januari–Maret): 873.658 pengguna
Peningkatan ini menjadi salah satu alasan penting pengembangan infrastruktur dan penambahan fasilitas layanan di lintas tersebut.
Baca Juga: Tersembunyi di Balik Kawah Kamojang, Danau Ciharus Menampilkan Keindahan yang Misterius
Penguatan Infrastruktur Lintas Utara Jakarta
Untuk mendukung operasional yang lebih optimal, KAI bersama DJKA juga melakukan penguatan prasarana secara bertahap. Dua program utama yang dijalankan meliputi elektrifikasi jalur serta pembangunan jalur ganda (double track).
Jalur ganda sepanjang sekitar 8,115 kilometer yang menghubungkan Jakarta Kota hingga Tanjung Priok menjadi salah satu proyek penting dalam meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan kereta api di kawasan tersebut.
Baca Juga: Lari Bareng 10.000 Peserta, wondr Kemala Run 2026 Perkuat Wisata Olahraga dan Aksi Sosial di Bali
Dampak dan Manfaat untuk Mobilitas Warga
Kehadiran Stasiun JIS diproyeksikan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta Utara.
Selain mempermudah akses menuju kawasan stadion dan sekitarnya, stasiun ini juga memperkuat integrasi antarmoda transportasi di ibu kota.
Dengan meningkatnya infrastruktur dan jumlah pengguna, Stasiun JIS diharapkan menjadi simpul baru mobilitas perkotaan yang lebih modern dan efisien.
Baca Juga: PELNI Gandeng Meratus Line, Perkuat Distribusi Logistik Tol Laut Lewat Skema Hub & Spoke
Penutup
Dengan progres pembangunan yang terus dikebut serta dukungan berbagai pihak, Stasiun JIS diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur transportasi penting di Jakarta.
Kehadirannya tidak hanya memperluas aksesibilitas, tetapi juga memperkuat sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi di masa depan. ***