Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pelaku UMKM menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku dan kemasan. Harga plastik mengalami peningkatan signifikan, begitu juga dengan bahan lainnya.
Baca Juga: Poin Telkomsel Mau Dipakai? Cek Dulu Kapan Program Undi-Undi Hepi April Ini Berakhir
Namun di sisi lain, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih sehingga pelaku usaha kesulitan menaikkan harga jual.
Untuk memenuhi pesanan tersebut, Yuliana membutuhkan waktu sekitar satu minggu, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengemasan produk.
Tidak hanya lada putih, PT TIMAH juga menyerap berbagai produk UMKM lainnya seperti olahan hasil laut, aneka camilan, hingga produk rumahan.
Baca Juga: Pantai Parangendog, Tetangga Sepi Parangtritis yang Punya View Beda
Hal serupa dirasakan oleh Novika, mitra UMKM lainnya yang menerima pesanan sebanyak 500 paket produk. Ia mengaku pesanan tersebut memberikan peningkatan signifikan terhadap pendapatannya.
“Ini pertama kalinya kami mendapatkan pesanan sebesar ini. Sangat membantu meningkatkan pendapatan kami, apalagi produksi kami masih berbasis rumahan,” ujarnya.
Zulaikha, pelaku UMKM lainnya, juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut pesanan dari PT TIMAH memberikan dampak besar bagi usahanya.
Baca Juga: Jangan Scroll Lewat, Magang IFG Ini Bisa Jadi Jalan Kariermu
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kami membutuhkan sekitar tiga hari untuk menyelesaikan produksi. Pesanan ini sangat berarti bagi UMKM seperti kami,” katanya.
Program pemberdayaan ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Para pelaku UMKM pun berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut, baik melalui peningkatan kegiatan perusahaan maupun penyelenggaraan bazar UMKM. ***