Baca Juga: Candi Klero, Candi Hindu Menyempil di Perkampungan Rakyat yang Baru Ditemukan Tahun 1990-an
Target Angkutan dan Kinerja Operasional
Sebagai bagian dari penguatan bisnis B2B melalui layanan KALOG Pro, KAI Logistik menargetkan volume angkutan CPO mencapai lebih dari 200.000 ton setiap tahun.
Untuk mencapai angka tersebut, operasional dirancang berjalan dengan rata-rata dua perjalanan kereta api per hari.
Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menggarap potensi logistik berbasis komoditas unggulan. Selain meningkatkan kapasitas distribusi, strategi ini juga diharapkan mampu memperluas pangsa pasar di sektor industri skala besar.
Baca Juga: Garuda Indonesia Catat Rekor Global, Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Maret 2026
Jaringan Distribusi di Sumatera Utara
Implementasi layanan ini mencakup sejumlah stasiun strategis di Sumatera Utara sebagai titik muat. Beberapa di antaranya meliputi Rantau Prapat, Kisaran, Tebing Tinggi, hingga Sei Mangke yang menjadi pusat aktivitas industri sawit.
Sementara itu, proses pembongkaran terpusat di Stasiun Belawan yang berperan sebagai hub distribusi menuju jalur ekspor maupun distribusi lanjutan. Jaringan ini dirancang untuk mempermudah alur logistik dari daerah produksi ke pasar.
Dengan cakupan tersebut, distribusi CPO menjadi lebih terstruktur dan mampu mengurangi hambatan dalam proses pengiriman. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran pasokan di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Produksi Gas Blok Mahakam Naik, Pertamina Perkuat Pasokan Energi Nasional di Tengah Tantangan Global
Didukung Pengalaman dan Standar Operasional
KAI Logistik tidak memulai langkah ini dari nol karena sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam menangani distribusi komoditas cair seperti bahan bakar minyak. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kualitas layanan angkutan CPO.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan prosedur khusus seperti pencucian tangki melalui proses steaming dan cleaning. Standar ini bertujuan memastikan keamanan serta kualitas muatan tetap terjaga selama proses distribusi.
Baca Juga: 5 Kutipan Kartini yang Masih Relevan untuk Perempuan Masa Kini, Bisa Jadi Ide Caption Instagram
Dari sisi legalitas, operasional juga telah dilengkapi dengan izin resmi yang mendukung kegiatan logistik secara menyeluruh. Dengan dukungan tersebut, layanan dapat berjalan sesuai standar industri yang berlaku.
Dorong Efisiensi dan Daya Saing Nasional
Penguatan layanan angkutan CPO ini tidak hanya berdampak pada bisnis perusahaan, tetapi juga pada efisiensi logistik nasional.
Baca Juga: Tips Hiking dan Kamping Tanpa Bau Asam dan Apek Karena Badan dan Perlengapan yang Kotor