Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan KA Blora Jaya yang melayani relasi Cepu–Semarang pulang pergi.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan ini mencapai 53.826 orang.
Angka tersebut meningkat 72,76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebanyak 31.158 pelanggan.
Baca Juga: Dari YIA ke Stasiun Tugu Naik KA Bandara: Cek Tarif Lengkap 2026, Bisa Langsung Jalan ke Malioboro!
Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.
Perjalanan dengan kereta api kini tidak hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari seperti bekerja, menempuh pendidikan, hingga mencari peluang hidup yang lebih baik di Kota Semarang.
Dengan tarif sekitar Rp65.000, KA Blora Jaya menjadi salah satu opsi transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Internal, PLN Icon Plus Fokus Tingkatkan Layanan Berbasis Pelanggan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa layanan ini memang dirancang untuk hadir dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan, “Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang berangkat untuk bekerja, menempuh pendidikan, hingga mencari kesempatan yang lebih baik di kota.”
Rute KA Blora Jaya juga menghubungkan banyak wilayah penting di jalurnya, mulai dari Cepu, Randublatung, Doplang, Kradenan, Jambon, Ngrombo, hingga stasiun akhir di Semarang Poncol dan Semarang Tawang.
Baca Juga: Selain Sourdough Bread, Ini Jenis Roti Sehat Lainnya yang Dianggap Baik untuk Menu Sarapan
Jalur ini menjadi akses vital yang membuka konektivitas masyarakat ke pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan di Semarang.
Di antara titik perjalanan tersebut, Stasiun Wadu memiliki cerita tersendiri. Stasiun ini berada di wilayah yang cukup terpencil dan minim akses angkutan umum.