“Saya siap, dan orang tua saya sangat mendukung. Bahkan jika saya tidak berhasil kali ini, saya akan tetap semangat dan tidak menyerah,” tambahnya.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Kesiapan Energi Aviasi untuk Kelancaran Haji 2026
Menurutnya, kesempatan untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas menjadi motivasi utama dalam mengikuti program ini.
Ia ingin memanfaatkan peluang tersebut untuk berkembang secara maksimal dan meraih masa depan yang lebih baik.
Selain Keyla, tim seleksi juga mengunjungi Tiara, siswi dari SMP Negeri 6 Sungai Selan, Bangka Tengah.
Baca Juga: Kartini 2026: Pertamina Dorong UMKM Lebih Tangguh Lewat Inovasi dan Akses Pasar
Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, semangat Tiara untuk melanjutkan pendidikan tetap tinggi. Kondisi ini justru menjadi pendorong kuat baginya untuk mengikuti program beasiswa tersebut.
Dukungan juga datang dari sang ibu, Jumaidah, yang menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung langkah anaknya.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang untuk tetap memberikan kesempatan terbaik bagi Tiara.
Baca Juga: Telkom Perkuat Aksi Nyata di Hari Bumi 2026, Dorong Transformasi Hijau Berkelanjutan
“Inilah kondisi keluarga kami—ayah Tiara bekerja sebagai pemulung, dan saya seorang ibu rumah tangga. Saya sepenuhnya mendukung anak saya mengikuti tes ini."
"Kesempatan seperti ini sangat berharga bagi anak kami, terutama dengan sistem asrama yang dapat membantu membangun kemandirian,” ujarnya.
Awalnya, keluarga sempat merasa khawatir mengenai biaya pendidikan yang harus ditanggung. Namun setelah mengetahui bahwa seluruh biaya ditanggung oleh PT TIMAH, kekhawatiran tersebut perlahan hilang dan digantikan dengan keyakinan untuk terus mendukung Tiara.
Baca Juga: PERURI Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Yayasan Puri Artha Karawang
Melalui proses verifikasi lapangan ini, PT TIMAH berupaya memastikan bahwa program beasiswa benar-benar tepat sasaran.