Kabar BUMN - Upaya PT TIMAH (Persero) Tbk dalam menata kawasan pascatambang terus berlanjut.
Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, PT TIMAH bersama Pemerintah Kabupaten Bangka dan kelompok masyarakat menggelar kegiatan pelestarian lingkungan di kawasan Kolong AKHLAK, Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan bertajuk Sinergi Hijau: Peringatan Hari Bumi 2026 dan Implementasi Program PROPER PT TIMAH ini menjadi bagian dari upaya pembenahan Kolong AKHLAK yang sebelumnya merupakan kawasan industri Air Kantung milik PT TIMAH.
Baca Juga: Kendala Teknis yang Sering Dihadapi Saat Melakukan WFH dan Cara Mengatasinya
Kini, kawasan tersebut terus ditata menjadi ruang publik yang produktif, hijau, dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, PT TIMAH bersama Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan penanaman sebanyak 560 bibit pohon yang terdiri dari 400 bibit mangrove, 80 bibit mangga, dan 80 bibit kelapa.
Langkah ini menjadi bagian dari rehabilitasi lingkungan sekaligus penguatan ekosistem di kawasan pesisir Air Kantung.
Baca Juga: Digiland Run 2026 Siap Digelar, Telkomsel Hadirkan Ajang Lari, Hiburan, hingga Teknologi 5G dan AI
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program perusahaan dalam mendukung implementasi PROPER Hijau sekaligus mempercepat penataan Kolong AKHLAK pascatambang.
Ia mengatakan, selain melakukan penanaman pohon, PT TIMAH juga telah menyiapkan master plan pengembangan Kolong AKHLAK yang akan direalisasikan secara bertahap sepanjang 2026.
“Melalui pembenahan kawasan ini, Perusahaan ingin menghadirkan ruang yang nyaman, asri, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ke depan, Kolong AKHLAK diharapkan tidak hanya menjadi kawasan hijau, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Saring Inovasi Terbaik Karyawan, Siap Berlaga di IDEA 2026
Dalam master plan tersebut, kawasan Kolong AKHLAK nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti jogging track, stan UMKM, hingga keramba apung.
Pengembangan kawasan juga dirancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.