Kabar BUMN - BNI kembali mengingatkan para nasabah untuk tidak membagikan data sensitif kepada pihak mana pun di tengah meningkatnya berbagai modus penipuan digital yang menyasar pengguna layanan perbankan, khususnya kanal digital seperti BNIdirect.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa perseroan tidak pernah meminta informasi rahasia milik nasabah dalam kondisi apa pun.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan bank.
Baca Juga: Rekomendasi Detox Juice untuk Memperbaiki Kondisi Kulit yang Menurun Setelah Liburan
“Kami mengingatkan nasabah agar tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI, karena hal tersebut merupakan bagian dari modus kejahatan digital,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
BNI menjelaskan sejumlah data penting yang wajib dijaga kerahasiaannya, seperti kata sandi, ID perusahaan, email, PIN, kode OTP, hingga kode hard token maupun soft token.
Seluruh informasi tersebut tidak boleh dibagikan melalui saluran apa pun, baik telepon, SMS, email, maupun media sosial.
Baca Juga: Berlaku Setiap Hari, Top Up E-Wallet di BRImo Dapat Cashback 10%
Selain itu, BNI menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta ID pengguna BNIdirect, tidak mengirimkan tautan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan untuk proses verifikasi, serta tidak meminta nasabah mengunduh aplikasi tertentu dengan alasan bantuan layanan.
Aplikasi remote desktop seperti TeamViewer maupun AnyDesk juga disebut tidak pernah digunakan BNI untuk meminta akses perangkat nasabah.
Menurut BNI, pola tersebut merupakan ciri umum penipuan digital yang memanfaatkan metode rekayasa sosial atau social engineering guna memperoleh akses ke akun nasabah.
Baca Juga: Kuartal I 2026, Tugu Insurance Meraup Laba Ratusan Miliar
Jika menemukan indikasi seperti itu, nasabah diminta tidak menindaklanjuti dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI.
Sebagai langkah pencegahan, BNI juga mengimbau nasabah untuk tidak mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, tidak menginstal aplikasi dari pihak yang tidak jelas, serta tidak mencari solusi masalah perbankan melalui mesin pencari, terutama terkait lupa kata sandi.