“Melalui program tersebut, Japamo memperoleh pembekalan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga strategi pemasaran. Kami menyadari bahwa untuk terus bertumbuh, kami harus belajar.
Baca Juga: 14 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan soal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersamanya
"Program pelatihan dari Rumah BUMN dan BRI UMKM EXPO(RT) dari BRI membantu kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memanfaatkan digital marketing,” ujar Rini.
Berkat pendampingan tersebut, Japamo kini telah mengantongi legalitas lengkap, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Kelengkapan itu memperkuat kredibilitas usaha di mata konsumen maupun mitra bisnis, sekaligus membuka akses lebih luas ke pasar modern dan peluang ekspor.
Baca Juga: Dibuka Loker Sales Lapangan, Kesempatan Masuk Garuda Indonesia Group
Langkah Japamo menuju pasar internasional semakin diperkuat lewat partisipasinya dalam ajang Food and Hospitality Asia 2026 yang berlangsung di Singapura pada 21–24 April 2026.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari inisiatif BRI dalam memperluas akses UMKM binaan ke ekosistem perdagangan global.
“FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Respons pasar pun cukup positif.
Baca Juga: KAI Logistik Gandeng Bogantara, Perluas Distribusi Pangan dan Ternak Nasional
"Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” jelas Rini.
Secara terpisah, Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menegaskan bahwa keberhasilan UMKM binaan BRI menembus pasar internasional menjadi bukti kuat daya saing produk lokal Indonesia.
“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional.
Baca Juga: DAMRI Layani Rute Jogja–YIA, Tarifnya Ternyata Cuma Segini
"Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” tutur Dippo.