Kabar BUMN - InJourney Aviation Services (IAS) sebagai sub-holding dari InJourney resmi meluncurkan dashboard manajemen risiko IAS Group sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko terintegrasi di seluruh lini bisnis.
Peluncuran dashboard digital tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Manajemen Risiko IAS Group, Doddy Rahmadi Amar, di Gedung Gapura Angkasa Kemayoran Lantai 8, Jakarta Pusat.
Kehadiran dashboard ini ditujukan untuk memitigasi berbagai potensi risiko yang dapat muncul dalam tata kelola perusahaan.
Baca Juga: Siap Terjun ke Proyek Konstruksi? Ini Loker Terbaru dari GDPS
Implementasi tersebut juga sejalan dengan Peraturan PER-2/MBU/03/2023 mengenai pedoman tata kelola dan kegiatan korporasi signifikan BUMN, khususnya pada Pasal 46 Ayat 2 terkait kebijakan dan pelaporan manajemen risiko, serta Pasal 47 Ayat 2 yang mewajibkan BUMN menerapkan manajemen risiko secara efektif.
Direktur Manajemen Risiko IAS Group, Doddy Rahmadi Amar, mengatakan kegiatan kick off sekaligus peluncuran dashboard ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat implementasi manajemen risiko yang lebih terintegrasi, terukur, dan berbasis data.
“Ini penting kita terapkan karena sesuai dengan arahan dari Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), karena seiiring dengan dinamika industri dan kompleksitas tantangan bisnis yang semakin berkembang kita dituntut untuk memiliki sistim pengelolaan risiko yang kuat dan mampu menjadi alat pengambilan Keputusan yang tepat dan akuntabel,” jelasnya.
Baca Juga: KAI Properti Buka Lowongan Penjaga Perlintasan Kereta, Lulusan SMA Bisa Daftar
Menurutnya, melalui sistem digital tersebut, proses monitoring, pelaporan, hingga tindak lanjut mitigasi risiko dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan.
Dengan begitu, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil perusahaan telah melalui kajian mendalam terhadap berbagai risiko yang mungkin dihadapi.
“Dashboard ini bukan sekedar tools atau sistem pelaporan seata, namun juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar risiko di semua lini bisnis IAS Group,” jelasnya.
Baca Juga: Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, ITDC Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau di Bali dan Mandalika
Dengan diluncurkannya dashboard tersebut, IAS Group diharapkan mampu mengintegrasikan laporan manajemen risiko secara real time dari setiap risk owner di seluruh lini bisnis.
Selain itu, dashboard ini juga dapat diakses secara real time oleh seluruh stakeholder IAS Group kapan pun dan dari mana pun, sehingga mendukung pengawasan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan akuntabel.***