trending

Tabungan Haji Jadi Motor Pertumbuhan, BSI Catat Kinerja Kuat di Awal 2026

Minggu, 17 Mei 2026 | 09:00 WIB
BSI mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri pada Triwulan I 2026, didorong lonjakan nasabah Tabungan Haji dan bisnis emas. (Dok. BSI)

Data BSI menunjukkan jumlah pendaftar haji nasional mengalami kenaikan signifikan. Pada 2023, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 286,4 ribu orang, lalu meningkat menjadi 422,3 ribu orang pada 2025.

Baca Juga: BSI Scholarship 2026 Kembali Dibuka, Targetkan 5.250 Pelajar dan Mahasiswa Berprestasi

Di sisi lain, pangsa pasar BSI dalam pendaftaran tabungan haji nasional juga mengalami kenaikan. Market share BSI meningkat dari 49,5 persen pada 2023 menjadi 53,6 persen pada 2025.

Dari total 422,3 ribu pendaftar haji pada 2025, sebanyak 226,4 ribu di antaranya tercatat mendaftar melalui BSI.

Dominasi tersebut juga terlihat pada fase keberangkatan jemaah. Pada 2026, sekitar 83,5 persen dari total kuota keberangkatan berasal dari jemaah yang mendaftar lewat BSI.

Baca Juga: Rahasia Tidur Nyenyak di Perjalanan, Penting untuk Menjaga Stamina Setibanya di Tujuan

Peningkatan jumlah pendaftar haji disebut didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI, ditambah berbagai kampanye program haji yang dijalankan secara nasional.

Kinerja penghimpunan dana turut berdampak pada peningkatan total aset BSI. Hingga Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp460,1 triliun.

Capaian tersebut membawa BSI masuk ke jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi berstatus bank persero pada 23 Januari 2026.

Baca Juga: 8 Umbul di Klaten yang Pas untuk Menyegarkan Diri Saat Cuaca Panas

Selain layanan syariah, BSI juga menjadi satu-satunya bank yang memiliki lisensi emas.

Strategi dual licence atau lisensi ganda—sebagai bank syariah sekaligus bank emas—disebut turut memperluas inklusivitas layanan, tercermin dari meningkatnya jumlah nasabah non-Muslim hingga 12 persen.

“Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain. Pada Triwulan I 2026 BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1% (YOY). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana,penjagaan kualitas pembiayaan serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee terutama dari bisnis emas."

Baca Juga: MIND ID Perkuat Rantai Pasok Mineral Global dengan ERG dan SWF Samruk-Kazyna di Kazakhstan

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menambahkan bahwa strategi dual licence ikut mendorong pertumbuhan fee based income (FBI) menjadi Rp2,09 triliun pada Triwulan I 2026 atau naik 22,98 persen (YoY).

Halaman:

Tags

Terkini